MAKALAH TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
Nama : AJI
CAHYO LAKSONO
KELAS : 2KB05
NPM : 20114670
BAB I
PENDAHULUAN
- A.
Latar
Belakang
Statistik memegang peran penting dalam
penelitian,baik dalam penyusunan model,perumusan hipotesa dalam pengembangan
alat dan instrumen pengumpulan data,dalam penyusunan desain penelitian
,dalam penentuan sampel dan dalam analisa data.dalam bayak hal ,pengolahan dan
analisa datya tidak luput dari penerapan tehnik dan metode statistik tertentu
,yang mana kehadiranya dapat memberikan dasar bertolak dalam menjelaskan
hubungan-hubungan yang terjadi.statistik dapat digunakan sebagai alat untuk
memgetahui apakah hu bungan kualitas antara dua atau lebih variabel benar-benar
terkait secara benar dalam suatu kualitas empiris atau hubungan tersebut hanya
bersifat random atau kebetulan saja.
Di dalam statistik deskriptif kita
selalu mengusahakan agar data dapat disajikan dalam bentuk yang lebih berguna,
lebih mudah dipahami dan lebih cepat dimengerti. Jika data yang ada hanya
sedikit, kita tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan mengerti angka-angka
itu, tetapi apabila data yang tersedia banyak sekali jumlahnya, maka untuk
mengerti data tersebut kita akan mengalami kesulitan. Untuk memudahkannya data
harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam distribusi frekuensi.
BAB II
DISTRIBUSI FREKUENSI
- A.
Pengertian Distribusi frekuensi
Distribusi frekuensi adalah
pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok (kelas) dan kemudian dihitung
banyaknya data yang masuk kedalam tiap kelas. Distribusi frekuensi merupakan
salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu klasifikasi data secara kuantitatif.
Di dalam statistik deskriptif kita
selalu mengusahakan agar data dapat disajikan dalam bentuk yang lebih berguna,
lebih mudah dipahami dan lebih cepat dimengerti. Jika data yang ada hanya
sedikit, kita tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan mengerti angka-angka
itu, tetapi apabila data yang tersedia banyak sekali jumlahnya, maka untuk
mengerti data tersebut kitaakan mengalami kesulitan. Untuk memudahkannya data
harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam distribusi frekuensi.
CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
Nilai ulangan 100 Siswa 2 KB
|
Nilai Ulangan
|
Frekuensi
|
|
60-62
|
1
|
|
63-65
|
2
|
|
66-68
|
11
|
|
69-71
|
10
|
|
72-74
|
12
|
|
100
|
- INTERVAL KELAS adalah interval yang
diberikan untuk menetapkan kelas-kelas dalam distribusi. Pada tabel 2.1,
interval kelasnya adalah 60-62, 63-65, 66-68, 69-71 dan 72-74. Interval
kelas 66-68 secara matematis merupakan interval tertutup [66, 68], ia
memuat semua bilangan dari 66 sampai dengan 68. Bilangan 60 dan 62 pada
interval 60-62 disebut limit kelas, dimana angka 60 disebut limit kelas
bawah dan angka 62 disebut limit kelas atas.
- BATAS KELAS adalah bilangan terkecil dan terbesar
sesungguhnya yang masuk dalam
60 – 62. Bilangan 59.5 dan 62.5 ini
disebut batas kelas atau limit kelas sesungguhnya,
kelas interval tertentu. Misalnya jika dalam pengukuran tinggi badan di
atas dilakukan dengan ketelitian 0.5 in maka tinggi badan 59.5 in dan 62.5
in dimasukkan ke dalam kelas dimana bilangan 59.5 disebut batas kelas
bawah dan 62.5 disebut batas kelas atas.
Pada
prakteknya batas kelas interval ini ditentukan berdasarkan rata-rata limit
kelas atas suatu interval kelas dan limit kelas bawah interval kelas
berikutnya. Misalnya batas kelas 62.5 diperoleh dari (62+63)/2. Pemahaman
yang sama untuk interval kelas lainnya.
- LEBAR/PANJANG
INTERVAL KELAS
adalah selisih antara batas atas dan batas bawah batas kelas. Misalnya
lebar intervl kelas 60-62 adalah 62.5–59.5 = 3
- TANDA
KELAS
adalah titik tengah interval kelas. Ia diperoleh dengan cara membagi dua
jumlah dari limit bawah dan limit atas suatu interval kelas. Contoh tanda
kelas untuk kelas interval 66-68 adalah (66+68)/2 = 67
MEMBUAT TABEL FREKUENSI RELATIF
Contoh
|
Nilai
interval
|
Frekuensi
|
|
45-51
|
1
|
|
52-58
|
2
|
|
59-65
|
17
|
|
66-72
|
3
|
|
73-79
|
10
|
|
80-86
|
7
|
|
Jumlah
|
40
|
- Tabel
Distribusi Frekuensi Relatif
Nilai
frekuensinya TIDAK dinyatakan dalam bentuk ANGKA MUTLAK, tapi dalam bentuk
ANGKA PERSENTASE (%) atau ANGKA RELATIF.
Rumus mencari
relatif kelas
F Relatif
kelas-I = F(mutlak)kelas I / N x 100%
TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF
|
Nilai interval
|
Frekuensi
(Mutlak)
|
Freluensi relatif
atau f relatif(%)
|
|
45-51
|
1
|
2.5%
|
|
52-58
|
2
|
5%
|
|
59-65
|
17
|
42.5%
|
|
66-72
|
3
|
7%
|
|
73-79
|
10
|
25%
|
|
80-86
|
7
|
17.5%
|
|
Jumlah
|
40
|
100%
|
DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF
Distribusi Frekuensi
Kumulatif (fkum ) adalah distribusi yang nilai frekuensinya (f)
diperoleh dengan cara MENJUMLAHKAN frekuensi demi frekuensi.
Distribusi Frekuensi Kumulatif terbagi menjadi 2, yaitu :
- Distribusi Frekuensi Kumulatif “KURANG DARI”
- Distribusi Frekuensi Kumulatif “ATAU LEBIH
|
Nilai
|
Frekuensi
(Mutlak)
|
Frekuensi
Kumulatif
|
|
Kurang dari 45
|
1
|
0
|
|
Kurang dari 52
|
2
|
1
|
|
Kurang dari 59
|
17
|
3
|
|
Kurang dari 66
|
3
|
20
|
|
Kurang dari 73
|
10
|
23
|
|
Kurang dari 80
|
7
|
33
|
|
Kurang dari 87
|
-
|
40
|
Keterangan
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif “KURANG DARI” :
- Untuk acuan penentuan nilai, menggunakan nilai
ujung bawah kelas.
- Penentuan frekuensi kumulatif melihat dari frekuensi
pada tabel distribusi frekuensi (mutlak) lalu dikumulasikan sesuai dengan
kategori nilai pada tabel distribusi frekuensi kumulatif.
- Ada penambahan 1 kelas, yaitu “KURANG DARI 87”
dikarenakan nilai data terbesar adalah 85, sehingga kalau nilai “KURANG
DARI” hanya sampai ke “KURANG DARI 80” saja, maka untuk data nilai yang
LEBIH DARI 80 tidak masuk hitungan padahal ada frekuensinya.
BAB III
PENUTUP
Distribusi frekuensi mengandung pengertian suatu keadaan
yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang di
lambangkan dengan angka itu, telah terbagi atau terpencar atau dapat disebut
sebagai pengelompokan data ke dalam beberapa katagori yang menunjukkan
banyaknya data dalam setiap katagori. Adapun alat penyajian data statistik bisa
berupa tabel, yang di sebut tabel frekuensi.